Tari selampit delapan merupakan tari tradisional yang berasal dari Provinsi Jambi. Tari ini pertama kali diperkenalkan M. Ceylon seorang koregrafer senior kelahiran Padang Sidempuan (1940) bertugas pada Dinas Kebudayaan Provinsi Jambi pada tahun 1970-an. Tinggal di Kota Jambi. Aktivitasnya lebih banyak dalam bidang kebudayaan menjadikan dirinya berhasil menangkap pesan – pesan kearifan masyarakat yang kemudian diolah menjadi sebuah karya seni bernama Tari Selampit Delapan dan dimainkan oleh delapan penari. Dalam perkembangannya, tari tersebut kemudian ditetapkan menjadi salah satu tarian khas Provinsi Jambi.

  1. Ceylon memberi nama tarian tersebut dengan nama “Tari Selampit Delapan” yang merujuk pada 8 tali yang digunakan dalam tairan. Sahabat ceylon yang sama – sama koreografer O.K. Hundrik menyarankan untuk mengganti tali/sumbu kompor dengan selendang/sampur supaya tarian tampak lebih menarik. Usulan tersebut disetujui Ceylon, Tari Selampit Delapan, menggunakan selendang sebagai media tari sampai sekarang.

Tari Selampit pertama kali diperkenalkan untuk merekatkan hubungan pergaulan antar pemuda. Setiap gerak dalam tari ini menggambarkan kekompakan sebagai simbol dalam kehidupan sehari – hari. Silang begantung delapan selendang itu pun “bahwa dalam bergaul harus saling bergantungan satu sama lain, dan saling tali temali rasa kekeluargaan, dengan musyawarah dan kegotong royongan merupakan falsafah kehidupan masyarakat Melayu Jambi.

Tari Selampit Delapan Banyak ditampilkan pada kegiatan – kegiatan pesta, seperti pesta adat dan promosi budaya. Pada kegiatan pesta, tari ini ditampilkan dalam hari – hari besar yang terdapat di Kota dan Provinsi Jambi, seperti penganugerahan gelar pusakaadat, Hari Ulang Tahun Kota Jambi, Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi, dan Pesta Masyarakat Jambi dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada event besar, tari ini ditampilkan dalam kegiatan kebudayaan baik yang bersifat lokal maupun nasional di luar Provinsi Jambi. Bahkan Tari Selampit Delapan ditampilkan sebagai salah satu media promosi budaya Nasional dan Internasional.