Tari Zapin merupakan hasanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh dari  Arab. Tari Zapin pada mulanya merupakan tarian hiburan di kalangan raja – raja di istana yang dibawa oleh para pedagang – pedagang di awal abad ke 16.

Tarian ini bersifat edukatif yang sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu – lagu zapin yang didendangkan. Musik pengiringnya terdiri dari dua alat utama yaitu petik gambus dan tiga buah alat tabuh yang disebut marwas. Sebelum hanya ditarikan oleh laki – laki namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan bahkan penari campuran laki – laki dengan perempuan.

Tari zapin, beredar hampir diseluruh Bumi Rumpun melayu yang konon tarian ini berasal dari negeri hadramaut, Yaman. Kemudian merebak kenegeri – negeri sekitar johor, riau, malaysia, Singapura, yang akurat tentang hal ini, namun kedatangan para pedagang Arab memberikan kontribusi budaya tarian didataran Negeri Melayu. Bukti yang nyata bahwa di Kota Jambi banyak masyarakat Melayu keturanan Arab seperti di Kampung Manggis terlebih lagi di Jambi Seberang.

Zapin dari bahasa arab berarti “Zafn” yang artinya gerakan kaki yang cepat mengikut rentak pukulan. “Tarian yang sangat unit, dan begitu kuat nuansa melayunya” dikatakan oleh para ahli. Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak seniman membuat perubahan mengikuti gaya ciptanya masing – masing, seperti zapin kreasi, zapin modern, dan zapin neozapin yang lebih mengarah pada zapin kontemporer.

Tom Ibnur (koreografer), setidaknya telah mengekspresikan empat tari yang merepresentasi kehidupan masyarakat dari hulu hingga hilir Sungai Batanghari, yaitu Dana (Zapin) Kampuang Manggis, Dana Sungai Keruh, Dana Seberang, dan Dana Pelepat. Seluruh tarian ini masih berpanutan pada gaya aslinya, hanya sedikit pembaruan mengikuti kondisi kekinian. “Tari tarian ini diharapkan dapat memberikan pandangan dan menjawab perubahan dari masa ke masa terhadap zapin dan dana yang berkembang di Kota Jambi, “ujarnya.