Awal Mula Munculnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Admin
04 Agustus 2026
DISPARBUD KOTA JAMBI - Mau tau awal munculnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Kita mulai dari tingkat daerah skala nasional ya sahabat Parbud.
Dalam perkembangan evolusi tata kelola pemerintahan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kebijakan otonomi daerah dan kebutuhan untuk mengintegrasikan potensi pariwisata dengan pelestarian budaya.
Faktor kunci lahir dan berkembangnya dinas ini diawali, terjadinya Evolusi dari Kantor Menjadi Dinas: Sebelum menjadi dinas terpadu, instansi ini umumnya bermula dari Kantor Pariwisata Daerah (KAPARDA) atau sejenisnya. Sebagai contoh, di Kota Bandung, instansi berubah dari KAPARDA (1971-1987) menjadi Dinas Pariwisata, dan akhirnya menjadi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 2007.
Dampak Otonomi Daerah (UU No. 22/1999), Reformasi pemerintahan dan berlakunya otonomi daerah memberikan kewenangan yang lebih luas kepada daerah untuk mengelola sektor pariwisata dan kebudayaan. UU No. 22/1999 dan peraturan turunannya mendorong perubahan struktur organisasi untuk mengakomodasi urusan ini secara lebih spesifik.
Kemudian, Penyatuan Bidang Budaya dan Wisata diawali hadirnya dinas ini didorong oleh kesadaran bahwa kebudayaan adalah daya tarik utama pariwisata. Penyatuan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi wisata berbasis budaya.
Selanjutnya, Fokus Kerja: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dibentuk dengan misi untuk membangun infrastruktur pariwisata, melestarikan produk kebudayaan, memberdayakan komunitas lokal, serta meningkatkan kualitas pelayanan wisatawan.
Selain itu, adaptasi Peraturan Daerah (Perda): Pembentukan resmi dinas ini di setiap daerah didasarkan pada Perda setempat yang mengatur struktur organisasi dan tata kerja, sering kali dipicu oleh restrukturisasi perangkat daerah.
Nah, sedangkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 14 Tahun 2016. Lembaga ini lahir untuk mengurus bidang pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan di Kota Jambi.
Pada akhirnya, dinas ini menjadi ujung tombak di daerah (Kota/Kabupaten/Provinsi) dalam mengelola daya tarik wisata, melestarikan kebudayaan daerah, dan menggerakkan ekonomi kreatif di daerah tersebut.