Madrasah Nurul Iman : Salah Satu Lembaga Pendidikan Tertua di Seberang Kota Jambi
Admin
07 Oktober 2025
DISPARBUD KOTA JAMBI - Madrasah yang dibangun pada era 1915 M ini dikenal dengan nama "Nurul Iman" dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di wilayah seberang Kota Jambi. Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang penting karena menjadi pusat kegiatan belajar agama dan pengembangan ilmu pengetahuan masyarakat Jambi pada masa lampau.
Secara geografis, bangunan Madrasah Nurul Iman berada di Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi. Memiliki luas lahan 1.519 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 696 meter persegi. Di sekelilingnya terdapat pagar pembatas yang memisahkan area madrasah dari lingkungan permukiman. Adapun batas-batas kawasan ini yaitu di sebelah utara dan timur berbatasan dengan jalan setapak, sebelah selatan berbatasan dengan Jalan K.H. Ibrahim, dan di sebelah barat berbatasan dengan masjid.
Mempunyai arsitektur bentuk rumah panggung dua lantai yang seluruhnya terbuat dari kayu. Gaya bangunannya memadukan unsur arsitektur vernakular lokal dan kolonial Belanda. Ciri khas tersebut terlihat dari bentuk atap pelana, jendela besar bergaya Eropa, serta hiasan ukiran bermotif flora dan geometris khas Jambi. Selain itu, bangunan ini juga memiliki ventilasi berpola sinaran dan kaligrafi Arab pada beberapa bagian dindingnya. Akulturasi unsur lokal dan kolonial tersebut menjadikan Madrasah Nurul Iman tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan saja, tetapi juga memiliki nilai estetika dan nilai arsitektural yang tinggi.
Madrasah Nurul Iman di prakarsai oleh Guru H. Ibrahim bin Syekh Abdul Majid al-Jambi bersama masyarakat sekitar. Dahulu madrasah ini dikenal dengan nama Madrasah Buluh, dikarenakan bangunannya terbuat dari bambu. Pendirian madrasah ini dilatarbelakangi oleh keinginan masyarakat untuk memiliki lembaga pendidikan Islam yang lebih terstruktur dan modern pada saat itu. Sejak awal muncul, madrasah ini menjadi pusat kegiatan belajar agama Islam di wilayah Seberang Kota Jambi dan berperan besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan serta pembentukan karakter religius masyarakat.
Kemudian, masuk pada tahun 2023 Madrasah Nurul Iman secara resmi ditetapkan sebagai salah datu Cagar Budaya Kota Jambi berdasarkan surat Keputusan Walikota Jambi Nomor 488 Tahun 2023. Kondisi terkini bangunan masih sangat terawat dan relatif baik. Struktur kayu pada bangunan masih kokoh, meskipun terdapat beberapa bagian yang telah mengalami renovasi untuk mempertahankan keasliannya.
Renovasi tersebut, dilakukan pada tahun 1960, 1970, 1971, dan 2010, dengan fokus pada perawatan lantai, dinding, serta penggantian sebagian material yang sudah rapuh. Meskipun telah mengalami perbaikan, bentuk arsitektur aslinya tetap dipertahankan sehingga nilai sejarah dan keasliannya tidak hilang.
Pada akhirnya bangunan ini semakin tua dan perlu dijaga kelestariannya sebagai warisan budaya dan sejumlah nilai penting yang terdapat pada aspek sejarah, pendidikan, maupun budaya. Dari sisi sejarah, madrasah ini menjadi bukti nyata perkembangan pendidikan Islam di Kota Jambi pada awal abad ke-20. Dari sisi pendidikan, bangunan ini melambangkan semangat masyarakat dalam menuntut ilmu dan memperkuat ajaran agama di tengah keterbatasan sarana pada masa itu. Sementara dari aspek budaya, madrasah ini memperlihatkan perpaduan harmonis antara arsitektur lokal dan pengaruh kolonial yang mencerminkan identitas masyarakat Jambi. Keberadaannya menjadi simbol keteguhan dan keberlanjutan tradisi keilmuan Islam yang tetap dijaga hingga kini.
Referensi :
Surat Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 488 Tahun 2023
* Penulis merupakan mahasiswi Prodi Arkeologi UniversItas Jambi