Menbud : Pentingnya Strategi Nasional dan Evaluasi Memajukan Budaya Keris Tanah Air

Admin

12 Agustus 2025

DISPARBUD KOTA JAMBI -  Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya strategi nasional serta adanya evaluasi dalam upaya memajukan budaya keris yang ada di Tanah Air. 

"Evaluasi ini penting dilakukan untuk melihat sejauh mana hasil dan dampak serta kelemahan dan kelebihan berbagai kegiatan yang telah dilakukan sehingga dapat digunakan sebagai dasar menggulirkan dan merancang program-program berikutnya,” ungkap Menbud Fadli dalam rapat kerja nasional (Rakernas) ke-2 Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI)  di Jakarta, Sabtu (9/8).

Fadli yang juga Ketua Umum SNKI mengatakan Rakernas tersebut perlu dilakukan untuk mengevaluasi langkah-langkah SNKI dalam pemajuan budaya keris di Indonesia. Sejak memimpin SNKI selama tiga tahun terakhir, SNKI telah melaksanakan program dan kegiatan yang berdampak.

Dari awal berdiri pada 2006 , SNKI telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia dengan lebih dari 200 paguyuban anggota. Keanggotaan yang dulunya terkonsentrasi di Jawa, Madura, Bali, dan Lombok kini telah meluas hingga Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan akan segera bertambah dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Perkembangan itu, menurut Fadli menunjukkan bahwa SNKI memerlukan penanganan yang lebih serius dan perencanaan kegiatan yang strategis agar pertumbuhannya dapat dikelola dengan baik.

Dalam upaya memajukan budaya keris, Menteri Kebudayaan mendorong agar SNKI terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta pihak-pihak yang mendukung kegiatan kebudayaan.

Kemudian, ia juga mengajak para pengurus untuk memberdayakan koordinator wilayah dan seluruh anggota SNKI agar terus aktif menyelenggarakan kegiatan secara berkesinambungan. SNKI pusat juga diharapkan terus merancang dan menjalankan program-program strategis yang melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat umum.

Selanjutnya, sebagai perwakilan pemerintah, Menbud mengatakan bahwa pemerintah membuka ruang dukungan yang luas terhadap kegiatan kebudayaan melalui Dana Indonesiana, yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas perkerisan.

Apresiasi juga diberikan dalam bentuk fasilitasi peralatan, yang mana pada 2025 akan diserahkan seperangkat peralatan tempa ke Sanggar Suwarna Lingga di Bali dan Sanggar Pijar di Bandung.

Untuk diketahui, Keris adalah senjata tradisional Indonesia yang memiliki nilai budaya, spiritual, dan filosofis yang tinggi. Keris telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia non-benda sejak tahun 2005.