Mengusung Tema Bahagia Berbudaya di Serambi Tanah Pilih Pusako Betuah, Perhelatan Jambi Elok Nian Sukses Digelar!

Admin

23 Juli 2026

DISPARBUD KOTA JAMBI - Mengusung tema “Bahagia Berbudaya di Serambi Tanah Pilih Pusako Betuah” yang diselenggarakan pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi merupakan Perhelatan Jambi Elok Nian program pemerintah Provinsi Jambi bagi setiap anjungan kabupaten/kota yang berada di arena Eks MTQ Jambi .

‎Pantauan di lapangan, kegiatan yang dilaksanakan di Anjungan Kota Jambi pada Kamis, (23/7/2026) tersebut disuguhkan beberapa penampilan terbaik dari talent-talent profesional seperti tarian, cerita rakyat, dan musik tradisional.

Terlihat, Antusiasme pengunjung pun tak terbendung. Sekitar dua jam sebelum acara dimulai, ratusan masyarakat sudah menanti di lokasi acara.

‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian seni dan budaya Melayu Jambi ditengah era modern saat memnyampaikan laporan kegiatan.

‎”Tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk membangun sinergi yang semakin kuat antara sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif, sehingga dapat memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, pemberdayaan UMKM, serta pertumbuhan dan perputaran ekonomi masyarakat Kota Jambi, ” tutur perempuan cantik berkaca mata tersebut.

‎Dia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat terselenggara tak lepas dari kontribusi Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, TP PKK Kota Jambi, hingga seluruh Kepala-Kepala OPD di lingkup Kota Jambi.

‎”Semoga dengan adanya kegiatan ini pemerintah Kota Jambi dapat membantu memperkenalkan budaya ke khalayak luas, Mamphela's promosi pariwisata, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tambahnya.

‎Pada kesempatan itu, Mariani juga menuturkan bahwa Jambi Elok Nian akan berlangsung selama tiga hari, dari Kamis, 23 Juli sampai-Sabtu 25 Juli mendatang.

‎Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan Tari Kedidi yang dibawakan oleh Bujang Gadis Kota Jambi, Musik Tradisional yang dibawakan oleh SMPN 3 Kota Jambi dan parade batik oleh pemenang lomba fashion show dalam rangka HUT Kota Jambi bulan Mei lalu dan juga diikuti oleh Gubernur Jambi dan seluruh kepala daerah di Provinsi Jambi.

‎Sementara hari kedua akan dilaksanakan Festival Band yang diikuti oleh 24 band kategori pelajar dan umum. Tak hanya itu, akan ada juga bazar UMKM yang diikuti oleh 18 Pelaku UMKM hingga animal expo.

Kemudian pada hari yang ketiga akan dilakukan pengumuman pemenang festival band disertai penutupan secara resmi oleh Wali Kota Jambi.

‎Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan bahwa Jambi Elok Nian merupakan wujud dari salah satu program unggulan dalam visi Kota Jambi Bahagia yaitu “Bahagia Berbudaya”.

‎Maulana mengatakan Kota Jambi sebagai ibukota Provinsi Jambi adalah kota yang unik dan sangat berbeda dengan kota – kota lain yang ada di Indonesia khususnya di Sumatera.

‎”Misalnya, kalau kita lihat Kota Palembang. Itu adalah kota metropolitan yang banyak gedung-gedung tingginya, hotel, MRT, dan lain-lain. Nah, Kota Jambi berbeda,” ujarnya.

‎Menurutnya, meskipun Kota Jambi belum semaju daerah lain yang bangunan bangunnya menjulang tinggi, Kota Jambi punya distingsi yang luar biasa yaitu kota Jambi sebagai kota religi dan budaya.

‎”Maka, distingsi inilah yang akan menghasilkan sebuah pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

‎Ia berharap melalui perhelatan Jambi Elok Nian ini, budaya Melayu di Kota Jambi para masyarakat Jambi bukan hanya berlibur di luar daerah, tetapi saatnya mendatangkan wisatawan dari luar daerah ke Kota Jambi.

‎Kemudian, Gubernur Al Haris, festival ini bukan sekadar promosi budaya, tetapi upaya strategis untuk memaksimalkan potensi UMKM Kota Jambi dan seluruh Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi ini.

‎Gubernur Al Haris menyebut perkembangan batik Jambi sebagai bukti meningkatnya kualitas produk lokal yang kini mulai dikenal hingga Jakarta. Ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha memanfaatkan momentum festival sebagai multiplier effect bagi perekonomian.

“Kita sudah mulai melihat bahwa potensi yang kita miliki itu sudah layak di tingkat nasional. Pameran dan kegiatan di Taman Mini Melayu Jambi menampilkan aneka kuliner tradisional, kerajinan termasuk batik Jambi, serta stand UMKM,” pungkas Gubernur Al Haris.